Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, 22 February 2015

Syekh H. M. Nur Kemuning 3

  SYEKH H. MOHAMMAD NOER : 9 Tahun Melakukan " Kholwah Suluk Mujahadah" 
Biografi Bagian - 3

Ada lagi hal aneh yang beliau katakan, yaitu tatkala dzikir setiap masuk keluarnya nafas dalam sehari semalam sebanyak 124.000 selama 7 (tujuh) hari, dan tidak tahu pasti entah kalimah yang mana. Terus beliau berjalan melalui alam mulki, alam malakut, alam jabarut, alam barzakh, alam akhirat, dan alam amar, yang kala itu waktu pingsan. Lalu para santri yang alim-alim bersama membuka kitab tasawwuf tentang mujahadah sampai mencapai tingkatan ‘auliya’, lalu dicocokkan dengan perjalanan wali quthub yang terdahulu. Tapi karena belum ada saksi (syahid) yang mengetahui, maka para sahabat dan santri belum berani mengatakan jika Syekh Haji Mohammad Noer sudah mencapai derajat Wali Quthub.
       Syekh Haji Mohammad Noer telah melaksanakan suluk kholwah mujahadah selama 9 (sembilan) tahun. Tepatnya pada hari Jum’at tanggal 26 Maulid tahun 1339 Hijriyah (tahun 1919), beliau mengalami pingsan selama 1 jam 45 menit. Inilah yang dinamakan wushul (sampai) kepada Robbul ‘Izzati yang Maha Pemenang.
Maqom seperti inilah yang dinamakan maqom ma’rifah musyahadah bil ayani, sebagaimana yang dijelaskan dalam Kitab Kifaayatul Adzkiya’ pada bait ke-8 yaitu :
     “Hakekat ialah sampainya salik kepada yang dituju dan bersaksi (melihat) akan adanya Nur Tajalli (Allah), melihatnya dengan jelas, dan itulah nikmat yang paling agung”.
       Selanjutnya dalam Kitab Al-Hikam pada halaman 74 disebutkan bahwa pingsannya beliau selama 1 jam 45 menit dinamakan “Salikina” atau “Majdubina”. Para hamba Allah SWT yang sudah wushul (sampai) kepada Allah dibagi menjadi 2 bagian.
      Pertama yang dinamakan Salikiin, yaitu ialah mereka yang mengambil dalill setelah melihat suatu kekuasaan Allah, dan mereka berkata,“Saya melihat Allah SWT sesudah saya melihat sesuatu kekuasaan Allah”.
       Kedua yang dinamakan Majdubiin, yaitu mereka yang mengambil dalil sebelum melihat sesuatu kekuasaan Allah dan mereka berkata, “Saya melihat Allah SWT sebelum saya melihat sesuatu kekuasaan Allah”.
Kemudian para ulama dan para santri yang alim-alim membuka kitab tasawwuf tentang mujahadah sampai mencapai ‘auliya. Hal itu dicocokkan dengan perjalanan Syekh Haji Mohammad Noer yang ternyata sama dengan perjalanan para auliya’ quthub yang terdahulu, tapi karena belum ada syahid (saksi yang kuat), maka para sahabat dan santrinya belum berani mengatakan jika beliau sudah mencapai derajat wali quthub.
     Para ulama yang bersangkutan memberikan klasifikasi tingkatan iman sebagai berikut :
   1. Iman orang mukmin sewaktu masih ulama yang imannya yaqiin  2. Kalau mujahadah Syekh Haji Mohammad Noer pada masa 6 (enam) tahun itu maqom muraqabah dan imannya ‘ainul yaqiin dan suluknya dinamakan Suluk Abrar. 3. Pada masa 3 (tiga) tahun disebut maqam musyahadah dan imannya haqqul yaqiin dan suluknya Suluk Muqarrobin 4. Setelah Inkisyaf namanya maqam istighraq dan imannya dinamakan haqiiqatul yaqiin. Yang dimaksud dengan istighraq fana artinya ialah telah hilang sifat madzmumah (tercela), lalu istighraq baqa’ artinya adalah telah menetapnya sifat mahmudah (terpuji) yang sudah smpai di hadapan Allah SWT karena terbawa kalimat thoyyibah. Amal sholeh telah sampai di alam amar yaitu alam yang tidak ngalaf jihat (arah) utara, barat, selatan dan timur serta seterusnya karena Allah SWT itu ngalaf arah, tidak ngalaf tempat ruang dan waktu.
Kalimat thoyyibah dan amal sholeh beliau naik dengan membawa 4 (empat) ruh sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an :
         “Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang sholeh menaikkan-Nya”.

1.      Ruh Robbani 
2.      Ruh Rohani  
3.      Ruh Idhofi  
4.      Ruh Jasmani

"Dan apabila mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah (bahwa) ruh itu termasuk
urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentang ruh) melainkan sedikit “.
      Selanjutnya tidak ketinggalan Syekh Haji Mohammad Noer mengatakan kepada Kiai Abdul Hadi Shiratol Mustaqim sebagai berikut :
       “Hai, Abdul Hadi, inilah ilmu ilham, tulislah alif, dza’, dal (1 - 7- 4) dan seterusnya”. Beliau mengatakan itu jelas berada di Lauhul Mahfudz dengan memakai angka alif, dza’, dal yang mempunyai makna :
·                      1  Artinya Gusti Allah yang Maha Esa atau Tunggal.
7  Artinya sifat Allah yang ma’ani yang ada 7 (tujuh) yaitu Kodrat, Irodat, ‘Ilmu, Hayat, Sama’,   
    Bashar dan Kalam
4  Artinya fi’il Gusti Allah yang ada 4 (empat) yaitu Jisim, Jirim, Jauhar, dan ‘Arodh.
Karena Ruh Robbani-Nya beliau melihat Nur Tajalli atau Allah SWT dengan nyata, maka beliau senantiasa :
1.      Rino wengi (siang dan malam) cinta kepada Allah SWT
2.      Rino wengi (siang dan malam) senang kepada Allah SWT
3.      Rino wengi (siang dan malam) rindu kepada Allah SWT
       Ibarat orang yang layaknya bepergian yang datang membawa buah tangan, sama halnya dengan orang yang pergi menuntut ilmu tentu pulang membawa ilmu, bahkan orang yang pergi undangan walimahan (pernikahan) pulangnya membawa nasi berkat. Apalagi orang yang menghadap Yang Maha Rahman oleh-olehnya tentu sangat istimewa.
Setelah beliau wushul (sampai) pada Allah SWT Syekh Haji Mohammad Noer melaksanakan Suluk Mujahadah selama 9 (sembilan) tahun dengan oleh-oleh Ilmu Mukashafah atau Ilmu Ilham yang berupa :


13
3
3
4
3
7
3
14
4
5

15
6
15
6
4
8
4
3
30
50

       Oleh-oleh atau “berkat” tersebut merupakan tulisan dengan cara ringkas dari beratus-ratus kalimat, beribu-ribu huruf yang diringkas hanya seperti itu dan beliau mengatakan harus diamalkan dan dibaca dengan artinya sekali. Misalnya angka 3 (tiga) dibaca dengan maknanya atau 5 (lima) juga harus berbunyi 5 (lima) dengan maknanya sekali. Dan ini tugas dari yang memberi yaitu Syekh Haji Mohammad Noer, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 79 yang artinya :
       “Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”
       Adapun Ilmu Mukashafah atau Ilmu Ilham tersebut telah tersusun menjadi sebuah buku yang dinamakan “ Bait Dua Belas “. Pada setiap tahun tanggal 26 Maulid selalu diadakan peringatan turunnya karomah dan wafatnya (khoul) beliau.
       Ada sebuah kisah menarik yaitu seorang ahli wirid di Mekkah Al-Mukarromah yang bernama Sayyid Hasan. Dikisahkan tatkala beliau suntuk i’tikaf di bawah Talang Mas di Baitullah dengan memohon petunjuk kepada Allah SWT sehubungan dengan banyaknya berbagai aliran agama, dan aliran manakah yang akan diikutinya. Maka selanjutnya Sayyid Hasan bermimpi dijumpai Rasulullah SAW bersama seseorang yang mengikuti di belakangnya sampai begitu jelas rupanya, tubuhnya, pakaiannya, tempat tinggalnya, kolamnya yaitu ternyata Syekh Haji Mohammad Noer.
Lalu Rasulullah SAW berkata sambil menunjuk kepada orang yang mengikutinya.
       “Ya, ini zaman yang haq kamu ikuti, dan orang inilah yang harus kamu cari di Tanah Jawa – Indonesia”. Lalu Sayyid Hasan-pun terbangun.
Sesudah itu kemudian Sayyid Hasan bermusyawarah dengan Sayyid Abdurrahman menyampaikan tentang mimpinya yang berjumpa dengan Rasulullah SAW.
Sayyid Abdurrahman mengatakan wajib mencari dan mendatangi orang itu serta memperhatikan (ucapannya). Kemudian juga wajib pasrah kepada orang itu karena merupakan hak dari wali quthubul ghouts.
       Maka kemudian Sayyid Hasan berangkat menuju Indonesia bersama dengan Sayyid Abdurrahman. Sampai di Surabaya beliau istirahat di rumah saudaranya yang juga berasal dari Mekkah, dengan memberikan penjelasan tentang mimpinya. Sayyid Hasan juga mendengar kabar bahwa di Desa Kemuningsari Lor Panti Jember ada seorang Kiai yang baru terbuka karomah-nya. Maka Sayyid Hasan segera bergegas berangkat menuju timur ke tempat yang bernama Desa Kemuningsari Lor untuk membuktikan.
       Sampai di Desa Kemuningsari Lor, begitu masuk persis dan pas seperti apa yang tergambar dalam mimpinya ketika di bawah Talang Mas (Baitullah).
Kebetulan waktu itu Syekh Haji Mohammad Noer sedang keluar dari mesjid, lalu menengok ke arah selatan terlihatlah Sayyid Hasan dan Sayyid Abdurrahman yang sedang berada di bawah pohon mangga (kuweni) yang terletak di sebelah selatan kolam.
Kebetulan pada waktu itu di rumah beliau banyak tamu yang datang, maklumlah beliau sudah sangat kesohor di mana-mana. Bahkan banyak yang menyangka beliau adalah seorang dukun atau klenik.
Setelah kedua tamu itu sampai di muka mesjid dan beliau turun menyambut, maka kedua tamu jauh itu member salam. Beliaupun menjawab serta mengucapkan kalimat “Marhaban, marhaban bil akhissholih”. Kemudian mereka bersalaman dan sang tamu asing itu merangkul dengan akrab sambil mengatakan “Hadza maulanal waliyyus syahiiru wal quthbul kabiir”, sambil masuk ke dalam rumah.
       Dengan peristiwa itu Sayyid Hasan yang mengetahuinya dan para ulama yang bertamu di Pesantren Kemuningsari Lor juga ikut menyaksikan, maka selanjutnya para ulama dan para santri yang alim bersama-sama membuka kitab tentang auliya’. Ternyata Syekh Haji Mohammad Noer dengan memulai khalwah suluk mujahadah sama persis dengan method  para wali quthub auliya’yang terdahalu.
Kemudian para ulama yang ada di pondok berani mengatakan dan menyimpulkan hak wali quthubul ghouts, karena fenomena itu memberikan tanda dan isyarat yang tepat. Lalu para santri bersama-sama dengan berani menulis dan mengatakan quthubul ghouts.
Oleh karena itu tidak mudah mengatakan waliyullah, bahkan kalau tidak hati-hati akan menyimpang dari Kitab Al-Qur’an, Al-Hadits dan Ijma’ tentang auliya’.
       Juga perlu diteliti dan dicocokkan dengan asal mula orang yang sudah dikatakan sebagai wali seperti yang pernah dibahas, karena masalah turunnya kewalian seperti dalam Bait Dua Belas pada Kitab Fathul Arifina Billah menyebutkan tentang sifat-sifat auliya’ ada sebelas yaitu kekasih Allah, terpelihara dari perbuatan maksiat, berserah diri pada Allah, berbakti pada Allah dengan tidak putus-putus, memastikan akan adanya dzat Allah, tahu sifat Allah, tahu fi’il Allah, tahu nama-nama Allah, mengikuti ajaran Rasulullah, dan  semua yang terjadi di dunia diberi tahu oleh Allah.
       Setelah peristiwa kedatangan dua orang ulama dan mursyid dari Mekkah yang kemudian memberikan kesaksian, maka para alim ulama dan para santri telah berani mengambil keputusan dan kesimpulan dengan menyatakan secara tertulis bahwa Syekh Haji Mohammad Noer adalah seorang wali dengan derajat quthubul ghouts yang memperoleh karomah Bait Dua Belas.
Sehingga dengan adanya pernyataan secara terbuka inilah menyebabkan terjadinya pro dan kontra serta opini yang ditanggapi secara beragam. Ada yang mengatakan bahwa faham yang dibawa Syekh Haji Mohammad Noer adalah sesat dan dianggap kontroversial. Bahkan ada yang langsung mengikuti pengajian beliau dengan mengkaji Bait Dua Belas.   
       Adanya dua pendapat yang bertentangan dan menjurus pada polemik berkepanjangan menyebabkan perdebatan yang berujung pada ketegangan (mujadalah) termasuk di kalangan ulama sendiri. Untuk menghindari ketegangan itu dicarilah solusi yang diprakarsai oleh KH. Muzayyin Rambipuji dan KH. Wahab Hasbullah Surabaya (Pengurus PBNU) dengan mengundang dialog Syekh Haji Mohammad Noer guna mengklarifikasi (tabayyun) tentang ajarannya.
       Acara dilaksanakan pada tahun 1933 di Kantor Kawedanan Rambipuji Jember yang pada waktu itu Said Hidayat menjabat sebagai Wedana. Sidang dimulai pada pukul 08.00 pagi yang disaksikan juga oleh Kontaralir/Bupati Jember dan 173 ulama dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
Pada pembukaan sidang yang langsung dipimpin oleh Kontaralir Jember (istilah untuk Bupati kala itu) telah disampaikan perkataan seperti berikut.
       “Saudara Kiai, anda diminta untuk menjelaskan ajaran dalam kitab Bait Dua Belas. Kalau saudara ternyata tidak mampu memberikan argumen yang bisa dipertanggungjawabkan, maka saudara tidak boleh lagi mengajarkan kitab itu, atau akan kami musnahkan”.
       Dalam sidang tersebut Syekh Haji Mohammad Noer dapat menjelaskan semua pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan sangat jelas, lugas dan meyakinkan. Sehingga sidang memutuskan bahwa ajaran beliau tidak bertentangan dengan syara’ maupun sunnah Rasulullah SAW.
       Setelah “pengadilan” itu usai, Syekh Haji Mohammad Noer pulang kembali ke rumahnya dengan diantar oleh Wedana Rambipuji Said Hidayat dan tiba pukul 18.00.
Sebelum beliau tiba kembali keluarga di rumah, para sahabat dan para santri merasa khawatir sekali karena orang yang mengantar beliau naik dokar yaitu Pak Sadeli telah pulang terlebih dahulu pada pukul 10.00 siang. Kemudian beliau ditunggu mulai habis sholat Dzuhur sampai dengan habis sholat Ashar juga tidak kunjung tiba, sehingga semua yang menunggu jadi was-was.
semuanya berjalan dengan lancer dan pengajian Bait Dua Belas tidak dipermasalahkan.
       Sementara klarifikasi dan dialog tentang Kitab Bait Dua Belas terus bergulir terus karena disebabkan oleh 3 (tiga) hal yaitu bahasanya yang unik, model sistem bacaannya, dan predikat sebagai ilmu ilham.
Adapun klarifikasi dan dialog terjadi lagi yaitu di Banyuwangi antara Kiai Imam Puro (sahabat beliau) dengan beberapa ratus kiai dan ulama. Kemudian klarifikasi dari KH. Abdul Hadi  Shiratol Mustaqim selaku sekretaris beliau yang dipanggil oleh Menteri Agama dan Ajudan Presiden Bapak Soegandhi di Jakarta pada tahun 1961. Klarifikasi ini merupakan puncak dari perdebatan dan opini karena Menteri Agama telah menerbitkan sertifikat dan rekomendasi tentang keabsahannya yang terdaftar di  Departemen Agama RI Bagian “K” Kepala Seksi IV pada tanggal 14 Pebruari 1961 sebagai Keluarga Besar Arifin Billah dengan Ilmu Mukashafah yang diberi nama Bait Dua Belas.
       Setiap hamba Allah atau manusia yang dikasihi oleh Allah SWT diberi keistimewaan –keistimewaan yang berbeda tergantung pada tingkat keimanan dan ketaqwaan, serta amal ibadah dan amal sholeh juga tingkat kesabaran dan keikhlasannya.
Keistimewaan-keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang dikasihi, sehingga akal manusia tidak mampu untuk memikirnya. Di antaranya adalah para Nabi yang diberi mukjizat, para wali oleh Allah yang diberi karomah, para ulama yang diberi ma’unah dan para orang awam yang diberi assidqu (keterampilan dan kelebihan).
       Adapun pengertian karomah dalam Kitab Ushul Auliya’ halaman 160 disebutkan :
       “Dan adapun beberapa para wali adalah suatu anugerah atau kemuliaan dari Allah Ta’ala memberikan sesuatu yang luar biasa dan menyimpang dari adat kebiasaan”.
       Tentang terjadinya karomah pada seorang wali adalah bersifat jaiz, namun bagi para ahli ilmu dan ahli ma’rifat dapat dibuktikan guna membedakan antara wali yang benar dengan orang-orang yang mengaku-ngaku (pembohong) dan telah mengetahui (ma’rifat) kepada Allah SWT.
       Adapun beberapa karomah Syekh Haji Mohammad Noer antara lain :
1.      Kemampuan dapat menjalankan ibadah sholat berjamaah pada awal waktu sampai akhir hayatnya.
2.      Dapat mengetahui hal-hal yang disembunyikan oleh seseorang
3.  Terbukanya kalam nafsi bumi dan seisinya sehingga mengerti bahasa semua binatang, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan, dan lain-lain seperti yang telah dijelaskan di awal.
4.      Mengetahui saat masuknya waktu-waktu sholat fardhu 5 waktu maupun sholat sunnah karena waktu itu sendiri yang akan memberitahukan. Misalnya sholat fardhu waktu dhuhur, “Assalamu’alaikum saya adalah dhuhur”. Begitu juga sholat sunnah waktu tahajjud “Assalamu ‘alaikum saya adalah tahajjud” dan lain-lainya.
Maka beliau tidak menggunakan jadwal waktu sholat atau jam karena waktunya datang sendiri untuk memberitahukan.
5.   Suatu kisah pada waktu musim kopi tiba, banyak orang kampung yang menjual kopi hasil panen kepada Nyai Munirah (istri Syekh Haji Mohammad Noer). Hingga suatu saat sampai mencapai 9 karung banyaknya. Karena banyaknya kopi yang dibeli dari masyarakat, ada orang yang melaporkan kepada Sinder dan Asisten Sinder Perkebunan milik Belanda. Ditengarai kopi itu merupakan kopi hasil curian dari laha kebun, maka rumah beliau didatangi oleh 3 (tiga) orang yaitu Sinder, Asisten Sinder dan Pelapor. Mereka menggeledah rumah dengan menusuk-nusuk 9 karung kopi itu. Namun ternyata yang tampak adalah kacang tanah, dan Sinder itu berkata, “Bapak Kiai koq banyak kacangnya ?”. Beliau menjawab dengan enteng, “Iya, ini anak-anak santri yang baru panen”. Alhasil kopi dalam karung itu memang tampak seperti kacang tanah di mata mereka.
6.    Memperoleh Ilmu Ilham dari Allah SWT berupa Bait Dua Belas dan inilah yang dianggap oleh para sahabat Syekh Haji Mohammad Noer sebagai karomah terbesar.
       Pada tahun 1946 beliau wafat di usia 138 tahun, suatu usia yang amat panjang dan telah dimanfaatkan untuk ibadah dengan menjauhi kehidupan duniawi. Kepergiannya diiringi oleh ribuan umat yang mengantar sampai ke peristirahatan terakhirnya di komplek Pondok Pesantren Nahdlatul Arifin Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
Dengan kepergiannya maka suasana pondok berubah menjadi sepi, tidak banyak lagi tamu yang menimba ilmu dan bertukar fikiran atau meminta sawab beliau.
    Untuk mengembalikan suasana seperti semula, maka para santri, sesepuh dan kerabat pesantren bermusyawarah agar setiap tahun diadakan pertemuan atau reuni para alumni, jama’ah dan simpatisan beliau. Waktunya ditetapkan sesuai dengan turunya karomah beliau yang terbesar yaitu Bait Dua Belas tepatnya setiap tanggal 26 Maulid.
Reuni ini diprakarsai oleh 4 (empat) orang kiai yaitu Kiai Muksin, Kiai Sudja’i, Kiai Sanwani dan Kiai Djajadi. Reuni dan peringatan itu telah disepakati oleh karib beliau yaitu Syekh Haji Abdul Hadi Shiratol Mustaqim Curah Bamban Kecamatan Tanggul.
Reuni atau pertemuan ini berlangsung setiap tahun tiap tanggal 26 Maulid yang sampai sekarang dikenal dengan nama Peringatan Hari Ulang Tahun Karomah Syekh Haji Mohammad Noer RA.
       Acara ini selalu ramai, gegap gempita dan meriah sekali karena diikuti oleh ribuan jama’ah dari berbagai penjuru tanah air dan negeri jiran.
       Adapun tentang riwayat Syekh Haji Abdul Hadi Shiratol Mustaqim adalah seorang ulama sahabat yang sangat luas ilmunya. Beliau dilahirkan di Desa Pengadikan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.
Beliau banyak mengenyam pendidikan di berbagai pesantren Pulau Jawa dengan mondok di satu tempat dan berpindah ke tempat lainnya.
Pada tahun 1908 beliau menimba ilmu di Pesantren Demangan Bangkalan Madura yang diasuh oleh ulama besar KH. Mohammad Kholil (sekarang Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Demangan Bangkalan).
       Ketika beliau hendak mudik dari Bangkalan ke Lumajang (mengikuti pamannya tinggal di Lumajang), Kiai Shiratol Mustaqim mendapat beberapa pesan dari KH. Mohammad Kholil yang sebagian di antaranya disampaikan oleh beliau.
       “Dengarkan, ada di daerah Ning- ning Jember seorang Kiai tapa lamanya 9 (sembilan) tahun, Allah telah mengangkat derajatnya sebagai Sulthanul Auliya’il Quthub, sowanlah kamu ke sana sebab ilmu ilhamnya tanpa kamu tidak akan tersebar luas”.
      Pesan dari gurunya itu kemudian dilaksanakan dengan niat akan menemui ulama yang dimaksud. Sebelum ke Jember beliau terlebih dahulu beliau singgah di Mesjid Ampel Surabaya, kemudian naik kereta api jurusan Surabaya – Lumajang. Di Lumajang terlebih dulu mampir di Desa Serbet di rumah pamannya (Jawa Pakde) yaitu Kiai Said.
Kiai Shiratol Mustaqim berkeinginan mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah namun belum menemukan guru (mursyid) yang sesuai hatinya. Hal itu disampaikan pada pamannya tentang keinginan belajar tarekat. Terjadi diskusi dan dialog antara KH. Abdul Hadi Shiratol Mustaqim dengan Kiai Said tentang bagaimana dengan sifat-sifat dan figur guru spiritual tarekat.
       Kiai Said memberikan deskripsi tentang seorang guru tarekat menurut pengalamannya ketika berguru pada Syekh Haji Mohammad Noer di Kemuningsari Lor.
Selain itu dijelaskan bagaimana guru (mursyid) beliau adalah orang yang ahli puasa, tidak ada puasa sunnah yang ditinggalkan, utamanya amalan wajib.
Dikisahkan, untuk mewejang murid-muridnya sang guru menggali lobang sebanyak 40 (empat puluh) liang, dan satu persatu para santri tersebut masuk ke dalamnya selama 40 (empat puluh) hari. Mereka tidak boleh keluar kecuali buang air atau ada orang yang meninggal dunia. Tatkala dibaiat para santri diberi notes (catatan) untuk mencatat dzikir yang kurang bilangannya, harinya, tanggalnya dan bulannya. Semuanya harus dicatat sebab dzikir kalimah toyyibah (La ilaha illallah) dan harus dibaca sebanyak 124.000 kali dalam satu hari satu malam.
       Setelah sampai 40 hari guru mursyid tarekat memerika satu persatu catatan para santrinya. Ternyata setelah dibuka ternyata tidak ada satupun murid yang memenuhi dzikirnya. Hari pertama punya hutang, hari kedua punya hutang, dan seterusnya punya hutang. Kemudian guru mursyid itu mengatakan :
       “Kalian semua punya hutang kepada Allah, sebab kalian akan menepati janji kepada saya. Sebagai guru kalian, biarlah saya yang bertanggung jawab dan melunasi hutang dzikir kalian pada Allah. Selanjutnya kalian diperbolehkan keluar dari lobang dan bersyukurlah kepada Allah. Tanda-tanda bersyukur itu ada 3 (tiga) yaitu : bersyukur hati yaitu selalu ingat, cinta, rindu dan dzikir pada Allah. Bersyukur anggota badan, yaitu badan kita digunakan untuk perbuatan yang sholeh dan diridhoi Allah. Bersyukur harta yaitu mengeluarkan zakat dan shodaqah”.
       Para murid lalu pulang ke rumahnya untuk mengadakan tasyakuran 40 hari baiat mereka. Selanjutnya banyak yang memotong ayam, membeli ikan dan sebagainya Setelah masak makan dibawa ke serambi pondok untuk acara makan bersama.
Untuk pembacaan do’a para santri mengundang gurunya untuk pembacaan doa. Sang Kiai berpesan selama pembacaan do’a haruslah khusyu’, tawaddhu’ dan mantap dalam membaca lafaz “amiin”.
       Pada saat guru mursyid itu membaca do’a pada pertengahan terjadilah keajaiban yaitu ikan-ikan dan ayam yang dimasak semuanya hidup kembali sambil menyerukan kalimat “La ilaha illalah, Muhammadur rasulullah, Syaikh Abdul Qadir Jailany waliyullah”.
Kemudian selanjutnya ikan-ikan dan ayam itu kembali dalam bentuk semula menjadi lauk pauk. Selanjutnya Sang Mursyid memerintahkan kepada para murid untuk menyantap makanan sampai habis. Selanjutnya para murid disuruh pulang ke rumah dengan bersilaturrahim dan minta maaf seperti pada waktu hari raya termasuk juga menyampaikan salam dari Sang Mursyid.
       Sesudah mengisahkan pengalamannya berguru, Kiai Said kemudian menangis dan merasakan rindu pada gurunya. Beliau kemudian mengambil buku dan diserahkan kepada Kiai Shiratol Mustaqim dengan berpesan agar mencari guru tarekat seperti yang ada di buku tersebut.
       Setelah banyak memperoleh masukan tentang ajaran auliya’ itu selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan mencari mursyid tarekat.
Beliau telah lama berkelana menemui sekitar 14 orang ulama atau kiai tarekat dari berbagai aliran seperti Naqsyabandiyah, Qodiriyyah, Syadzaliyyah, Syattariyah, Tijaniyyah, Ghozaliyyah, Umariyyah, Ahmadiyyah dan lain-lainnya. Namun dari semua ulama tarekat itu juga tidak ada yang pas atau cocok dengan Kiai Said. Kiai Said menyerahkan sebuah catatan kepada beliau agar kelak diberikan pada guru yang akan didatanginya.
       Setelah beberapa tahun, ada seorang teman KH. Abdul Hadi Shiratol Mustaqim yang datang menyampaikan berita tentang kehebatan Syekh Haji Mohammad Noer yang konon dapat terbang ke angkasa sampai menyelam dan menembus 7 lapis bumi. Tentu saja Kiai Shiratol Mustaqim marah karena cerita itu dianggap membual dan berlebihan. Orang itu ditegur oleh beliau dan disuruh bicara yang benar atau kalau tidak bisa diam saja. Maka orang itupun terdiam dan menurut karena beliau tidak suka.
Kiai Shiratol Mustaqim tahu cerita itu hanya terdapat dalam kisah pewayangan (Kitab Mahabharata) di mana yang bisa terbang hanya Gatotkaca dan yang menyelam ke bumi hanya Antasena. Keduanya adalah anak dari Werkudara atau Bratasena yang merupakan putra dari Raden Pandu Dewanata.
       Namun setelah si tamu pulang, Kiai Shiratol Mustaqim merasa gemetar, hatinya menjadi gundah dan takut. Bulu romanya berdiri, beliau telah merasa bersalah melakukan dosa ghibah, suatu dosa menurut pandangan Islam yang besarnya 30 kali perbuatan zinah. Beliau sangat  menyesal, rasa sesal yang menghantuinya sampai terbawa tidur dan beliau bermimpi berada di tengah sawah sambil merawat tanaman padi di bawah terik sinar matahari yang panas menyengat.
       Beliau terperanjat dan terbangun, namun masih tetap merasakan sengatan sinar matahari di sekujur badannya. Peristiwa itulah yang mendorong hati sanubarinya untuk mencari dan sowan kepada Syekh Haji Mohammad Noer. Maka dengan segera beliau berangkat dengan naik kereta api dari Lumajang dan turun di Stasiun Petung, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki menuju Desa Kemuningsari Lor. Tiba di kediaman Syekh Haji Mohammad Noer saat sholat Ashar tiba, beliau mendekati Syekh Haji Mohammad Noer sambil menyerahkan sebuah buku catatan.
Selanjutnya wali quthub itu menerima buku itu sambil dibuka dengan mengatakan,
     “Di zaman sekarang ini kamu tidak bisa mengamalkan seperti ini” (beliau tidak mengizinkan  mengamalkan ajaran Tarekat Naqsyabandiyah) dengan alasan tidak cocok dengan tarekat beliau serta bukan merupakan hasil ijma’ para ulama.
Beliau kemudian disuruh menetap di pondok Syekh Haji Mohammad Noer selama 40 (empat puluh) hari dengan harus mengikuti prilakunya dengan niat mujahadatan nafsi (memerangi hawa nafsu), sholat berjamaah dengan awal waktu, jangan sampai akhir takbiratul ihram-nya imam membaca.
       Selanjutnya beliau melaksanakan beberapa ritual ibadah seperti sholat sunnah seperti sholat daur (sholat ideran), mandi taubat nubati, berwudhu, mandi dan menyelam di kolam 11 kali dengan menahan nafas, sholat tahiyatul masjid, sholat taubat, sholat hajat, sholat istikharoh, dzikir, membaca surat-surat Al-Qur’an, do’a tawassul, dll.nya.
       Selama mulazamah di Kemuningsari Lor Kiai Shiratol Mustaqim diberi wewenang untuk mencatat ilmu ilham yang diberi nama Bait Dua Belas. Sehingga timbul keyakinan bahwa benarlah bahwa Romo Yai (Syekh Haji Mohammad Noer) adalah waliyullah dan ma’rifatnya adalah hakekat yang merupakan realita bukan mengada-ada dengan melihat sendiri kepada Allah Azza Wajalla.
Selain itu Kiai Abdul Hadi Shiratol Mustaqim juga mencatat riwayat Syekh Haji Mohammad Noer, dari keterangan teman-temannya sebelum beliau berada di Kemuningsari Lor yang kemudian diserahkan dan disetujui oleh RomoYai.
       Demikian sekilas riwayat KH. Abdul Hadi Shiratol Mustaqim, untuk lebih jelasnya bisa  dibaca dalam Kitab Fathul Arifina Billah, yang menerangkan tentang riwayat-riwayat, penjabaran Bait Dua Belas, dan aurod-aurod yang diwejang oleh Syekh Haji Mohammad Noer.
KH. Abdul Hadi Shiratol Mustaqim meninggal dunia tanggal 1 Juli 1970 pada usia 90 tahun di Curah Bamban, Tanggul.
Beliau adalah ulama besar yang kharismatis serta sulit dicari tara bandingannya apalagi pada masa sekarang. Mungkinkah pada saatnya nanti akan muncul kembali ulama besar sekaliber beliau berdua, mengingat sekarang banyak para ulama sudah kehilangan pamor dan sawab-nya karena jatuh pada gelimang duniawi ? Wallahu alam bissawab. 

Disusun oleh : Zainollah, S.Pd (Koordinator Forkom Bhattara Saptaprabhu)



Keterangan Foto  : Balong (kolam) peninggalan dari Syekh Haji Mohammad Noer.

Keterangan Foto  : Masjid pesantren peninggalan dari Syekh Haji Mohammad Noer yang sudah mengalami pemugaran.

Syekh H. M. Nur Kemuning 1

SYEKH H. MOHAMAMMAD NOER - Wali Quthub Dengan Karomah Bait Dua Belas
( Biografi Bagian - 1 )






         Pondok Pesantren Nahdlatul Arifin atau Pesantren Syekh Haji Mohammad Noer yang berlokasi di lereng Gunung Argopuro, tepatnya Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember adalah salah satu pesantren tua yang ada di kota tembakau. Bangunan pesantren itu masih tampak asri dengan halaman cukup luas dan bersebelahan dengan kolam ikan milik pondok. Meski bangunan ini sederhana dan tidak tersentuh oleh bangunan modern pada umumnya, namun kesan sebagai pesantren salaf yang cukup terkenal dan mempunyai kharisma sangatlah kental.

    Pesantren ini didirikan oleh Romo Yai (sebutan Syekh Haji Mohammad Noer) pada masa penjajahan Belanda. Meski tidak mengangkat senjata melawan penjajah, namun Romo Yai berjihad fi sabilillah menegakkan agama Allah dengan berdakwah dan memerangi kebathilan (amar ma’ruf nahi munkar).Peran 

Pesantren ini masih mempertahankan kemurnian sebagai pesantren tradisional yang berhaluan moderat dan tidak ekslusif tentunya dengan berpedoman faham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sebagaimana pesantren pada umumnya.

    Sekarang pesantren diasuh oleh Kiai Arjuni Sanwani yang merupakan cucu dari Syekh Haji Mohammad Noer. Sebagaimana pendahulunya, Kiai Arjuni Sanwani adalah ulama berwawasan luas, sederhana dan rendah hati serta humoris. Kalau kita bertamu ke rumahnya maka akan betah berlama-lama karena beliau sangat gayeng dan suka berkelakar. 
Dalam kesehariannya beliau yang sering tampil tanpa jubah dan sorban ini masih tetap menggunakan motor lama mengantar istrinya belanja ke pasar atau bepergian. Sebelum mengajar santrinya lepas dhuhur beliau masih rajin ke kebun dan sawahnya dengan mengerjakan sendiri.

Bait 12 Mbah Yai Nur Kemuning


NILAI-NILAI KEIMANAN DALAM WACANA SYIIRAN BAIT 12
Istilah syiir bagi sebuah jenis sastra tidak asing bagi kita, terutama dalam sastra Arab, karena ia adalah puisi dalam terminologi sastra Indonesia dan sastra Barat. Namun dalam sastra Melayu dan sastra Indonesia istilah itu tidak dikenal karena yang dikenal adalah istilah syair yang disamakan pengertiannya dengan puisi. Padahal dalam bahasa Arab syair adalah penulis puisi yang dalam sastra Indonesia adalah penyair yang dalam sastra Inggris disebut poet. Di kalangan kaum santri Jawa di pedesaan, kata syiir itu diucapkan singir, dan kegiatan membaca naskah syiir disebut singiran. (Ahmadi, 2009).
Syiiran bait 12 merupakan syiiran berbahasa Jawa-Arab-Indonesia. Syiiran ini  merupakan ilmu ilham Syekh H. Mohammad Noer atau yang biasa di panggil Mbah Yai Nur. Beliau adalah seorang wali yang berasal dari desa Kemuningsari Lor, kecamatan Panti, Kabupaten Jember yang lahir pada awal abad 20. Bait 12 ini bukanlah hasil karangan pribadi Mbah Yai Nur. Namun beliau mendapatkan ilham (karomah) dari Allah setelah melakukan suluk mujahadah selama 9 tahun.  Syiiran Bait 12 ini sama sekali tidak bertentangan dengan hokum Islam yang dibawa oleh Rasulullah karena memang sama-sama berasal dari Allah. Syiiran Bait 12 ini biasa dituturkan oleh para santri pondok pesantren Nahdatul Arifin Panti Jember setiap selesai sholat lima waktu dan juga oleh masyarakat umum di setiap peringatan Nemlikuran (26 Rabiul Awal) atau yang biasa disebut dengan haul karomah.

Monday, 16 February 2015

MENJAWAB KESALAHAN QURAN


Kaum Kafir Senantiasa Melemparkan tuduhan-tuduhan/pertanyaan2 klasik tanpa dasar bahwa Al Quran juga penuh kontradiksi, tapi JANJI ALLAH yg selalu MENJAGA kemurnian AL QURAN lah sebagai jawaban bahwa tdak ada 1 ayat pun yg kontradiksi:

1. Siapakah yg pertama kali menjadi Muslim? Muhammad (Qs.6:14,163) . Hal ini bertentangan dengan: Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa (Qs.7:143). Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir (Qs.26:51). Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim (Qs.2:127-133, Qs.3:67). Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam, yaitu manusia ciptaan pertama, yang menerima wahyu dari Allah (Qs.42:51). Bertentangankah ayat-ayat diatas?
JAWABNYA TIDAK. QS. 6:14, QS 6:163, QS 7 143, QS 26:51, QS. 2 172,133, QS 3:67 QS 42:51 menerangkan siapa yang pertama beriman pada masa yg berbeda-beda

2. Bisakah Allah dilihat oleh manusia dan apakah Muhammad melihat Allahnya? Ya, Muhammad dapat melihat Allahnya ( Qs.53:1-18, Qs.81:15-29). Hal ini bertentangan dengan: (Qs.6:102-103 dan Qs.42:51) mengatakan bahwa Muhammad tidak dapat melihat Allahnya. QS 6:102-103 QS 42:51 dan QS 53: 1-18 QS 81: 15-29.
JAWABANNYA TIDAK! Yang dilihat Muhammad SAW adalah Jibril AS dan TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLOH SWT, BUKAN ALLOH SWT. QS. 81:15-29 DAN QS. 53: 1-18 menceritakan tentang malaikat jibril BUKAN MENCERITAKAN TENTANG ALLOH.
3. Apakah pemberi peringatan (Rasul) dikirim kepada semua manusia sebelum kedatangan Muhammad? Ya, ( Qs.10:47, 16:35-36, 35:24). Hal ini bertentangan dengan: Ibrahim dan Ismael secara spesial telah dikirim oleh Allah Muslim untuk mengunjungi Mekah dan membangun Ka'bah serta memberi peringatan kepada orang2 di sana ( Qs.2:125-129) . Anehnya, Muhammad ternyata dikirim sebagai pemberi peringatan (Rasul) kepada orang2 yg belum memiliki rasul/pemberi peringatan tersebut sebelumnya ( Qs.28:46, 32:44, 36:2-6). Hal ini menimbulkan pertanyaan: "Bagaimana dengan Hud dan Sahih yg nyata2 juga telah dikirim sebagai pemberi peringatan ke Arab? Bagaimana juga dengan Kitab yg telah diberikan kepada Ismael? Dll ( Qs.11:50, 11:61). Bertentangankah ayat-ayat di atas?
JAWABAN jelas TIDAK. Ayat2 diatas menerangkan bahwa Allah telah mengutus seorang Rasul

BUKTI KA'BAH SEBAGAI PUSAT BUMI


Pusat dunia bukan pada kota Greenwich, namun bukti-bukti geografis dan astronomis dengan TEGAS dan JELAS bahwa pusat bumi ialah di kota Mekkah, tepatnya diatas Ka'bah.

السلام عليكم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

QS.5 Al-Maa'idah:97. Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia,,,

Bayangkan, jika kita berada di masa ayat ini diturunkan, tentu kita sama sekali tidak menyangka bahwa Ka'bah memang benar-benar sebagai pusat bumi. Dan mungkin saja beberapa diantara kita tidak percaya, namun kini semua itu terbukti baik dari segi geografi maupun dari segi astronomi.

Bukti yang tidak terbantahkan sama sekali, dan inilah salah satu sebab mengapa Qur'an disebut sebagai mukjizat terbesar dan sepanjang masa. Mukjizat ayat-ayatnya masih dapat kita lihat hingga detik ini.


Sebuah Kitab yg mengaku dari ALLAH, harus berani dihadapkan dengan segala macam soalan, segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman.

Dari segi Sastra, matematika, astronomi, sains, tata negara, muamalat, ekonomi, Kode-kode angka, jumlah surah, jumlah ayat, jumlah kalimat, jumlah huruf, segala ilmu, segala abad, sejak penciptaan alam semesta, masa lalu, masa kini, masa depan, sehingga masa kiamat & kehidupan setelah kiamat sekalipun

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82

Lalu, bukti apa saja yang menjadikan Ka'bah sebagai pusat bumi ini?

Bukti Pertama:
Sudah sejak 1000 tahun terakhir, sejumlah matematikawan dan astronom Muslim seperti Biruni telah melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat di dunia. Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua hari dimana matahari berada tepat di atas Ka'bah, dan arah bayangan matahari dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 9.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.


Pada saat-saat waktu diatas, ialah sangat tepat sekali jika digunakan untuk mengkoreksi kiblat di setiap masjid di daerah2 lain. Kita hanya tinggal mengikuti bayangan pada waktu yang telah ditentukan seperti diatas. Maka tidak perlu lagi susah-susah menentukan arah kiblat yang benar.

Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di "balik" Ka'bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka'bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB)

Bukti Ke dua:
Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Radiasi dari Ka'bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur'an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur'an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.


Bukti ke tiga:
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Hal ini telah dibuktikan dengan medan magnet bumi diberbagai kota di belahan dunia barat & timur. Magnet bumi memiliki nilai sekian derajat barat dan sekian derajat timur. Daerah yang tepat memiliki nilai NOL / KOSONG ialah tepat pada kabah seperti gambar dari artikel ini.


Perhatikan gambar diatas yang didukung oleh satelit, survey magnet, dan lainnya. Daerah mekah termasuk daerah dengan medan magnet nol hingga 10 derajat, dan memang daerah ini terdapat di timur sekitar indonesia dan juga di barat sekitar Panama dan samudra Pasifik. Namun jika dicermati, maka akan jelas sekali bahwa pusatnya adalah di saudi, sebab area sebelah barat mencekung melingkar menjauhi saudi. Begitu pula daerah Indonesia, menggembung menjauhi saudi. Sedangkan saudi sendiri cenderung melingkar jelas berikut medan-medan magnet yang lebih besar di sekitarnya. SUBHANALLAH !!!


Dari gambar diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa pengambilan besar medan kekuatan magnet bumi di berbagai tempat di amerika utara, amerika selatan, kutub selatan dan australia, menunjukkan bahwa titik pusat pertemuannya adalah di MEKKAH. ALLAAHU AKBAR !!!


Dan dari gambar ini dapat dilihat pula bahwa pengambilan besar medan kekuatan magnet bumi dari Inggris, Afrika Barat dan Afrika selatan, maka menghasilkan bahwa titik pusat pertemuannya juga ialah di MEKKAH. MASYA ALLAAAHHH !!!

Bukti ke empat:
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “

Bukti ke lima:
Mekkah ialah GOLDEN RASIO bumi ini, tentu yang pernah belajar Matematika, pastinya pernah mendengar nama Fibonacci. Dia adalah seorang ahli matematika yang hidup pada abad pertengahan di Aljazair. Semasa kecilnya pernah berguru kepada seorang ahli matematika Muslim, hingga akhirnya Fibonacci membawa ilmu Golden Ratio yang mengguncangkan Eropa dan dunia. Golden Ratio benar-benar terobosan ilmu pengetahuan yang mencengangkan.


Anda dapat melihat bukti-bukti ilmiah luar biasa dari misteri yang tetap tersembunyi di Kota Suci Mekkah Selama Ribuan Tahun. Mekkah ditetapkan sebagai arah bersujud, tempat konvensi miliaran umat Islam dan kota suci bagi umat Islam. Orang-orang Muslim, yang sanggup, disunahkan untuk pergi melakukan perjalanan melalui Ka’bah, Muzdelife dan Arafat dan untuk berkumpul di kota suci.

Phi Konstan-1,618, jumlah Nilai unggulan matematika. Allah – Sang Pencipta selalu menggunakan nomor yang sama dalam berbagai peristiwa di alam semesta, dalam pulse hati kita, rasio aspek spiral DNA, di desain khusus yang disebut alam semesta dodecehadron, dalam aturan array daun tanaman yang disebut phylotaxy, dalam bentuk serpihan salju, kristal, dalam struktur spiral banyak galaksi. Sang Pencipta menggunakan nilai yang sama, Golden Ratio – 1,618 ….
Nilai Rasio ini juga digunakan untuk desain arsitektur, bahkan Piramida di Mesir. Kepler astronom terkenal, Mendefinisikan Angka ini sebagai Penemuan yang Terbaik. Banyak pelukis terkenal, insinyur dan arsitek, seperti Leonardo Da Vinci, telah menggunakan rasio ini dalam karya seni mereka selama ratusan tahun.

Proporsi jarak antara Mekah – Kutub Utara dengan jarak antara Mekah – Kutub Selatan adalah persis 1,618 yang merupakan Golden Ratio. Selain itu, proporsi jarak antara Kutub Selatan dan Mekah dengan jarak antara kedua kutub adalah lagi 1,618 unit.

Keajaiban belum selesai The Golden Ratio Point of the World adalah di kota Mekkah menurut peta lintang dan bujur yang merupakan penentu umum manusia untuk lokasi.


Proporsi jarak Timur – Barat Mekah adalah 1,618 unit. Selain itu, proporsi jarak dari Mekah ke garis titik balik matahari dari sisi barat dan perimeter garis lintang dunia pada saat itu juga mengejutkan sama dengan Golden Ratio – 1,618 unit. The Golden Ratio Point of the World selalu dalam batas kota Mekkah, di dalam Daerah Suci yang meliputi Ka’bah menurut semua sistem pemetaan kilometrical meskipun variasi kecil dalam perkiraan mereka.

Golden Ratio Mekkah yang tertulis jelas dalam Al Qur’an

Hubungan antara Kota Mekah dan Golden Ratio jelas terukir dalam Surah Ali Imran’s (bagian dari Al Qur’an) ayat 96.

QS.3 Ali 'Imran:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (ibadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia


Jumlah total semua huruf dari ayat ini adalah 47. Menghitung Golden Ratio dari total surat, kata Mekkah tersirat : 47/1.618 = 29,0. Terdapat 29 surat-surat dari awal sampai ayat kata, Makkah seperti dalam peta dunia. Jika hanya satu kata atau huruf yang hilang, rasio ini tidak pernah bisa dipakai. Dengan tanpa batas, kita telah melakukan proses yang sama yang kita laksanakan pada peta dunia dan menyaksikan koherensi mulia sejumlah surat yang mengungkapkan hubungan antara Mekah dan Golden Ratio.


Pakar astronomi ITB Moedji Raharto, pun angkat bicara dan menyaranakan untuk waktu dekat dijadikan jam hijriah. Meski didukung dengan bukti-bukti ilmiah yang nyata, usaha seluruh muslim untuk menggeser pusat waktu dunia ke Makkah memang bukan perkara mudah. Hal yang bisa dilakukan sekarang adalah dengan menjadikan jam raksasa tersebut sebagai acuan waktu hijriah.

..."Sekarang kan baru ada penanggalan hijriah, kenapa tidak dibuat saja semacam penyatuan waktu untuk jam hijriah," kata astronom ITB Moedji Raharto...

"Sekarang kan baru ada penanggalan hijriah, kenapa tidak dibuat saja semacam penyatuan waktu untuk jam hijriah," kata astronom ITB Moedji Raharto.

Masalahnya ialah negara-negara lain yang terlanjur menggunakan acuan waktu di wilayah tenggara London tersebut akan melakukan penyesuaian besar-besaran. Belum lagi dari kaum kafirun dan kaum munafiqun yang TIDAK AKAN PERNAH MENGAKUI APAPUN YANG BERBAU ISLAM MESKI DIDUKUNG OLEH BUKTI-BUKTI NYATA, SUDAH PASTI MEREKA AKAN MENGABARKAN BAHWA BERITA INI BOHONG, HOAX, ATAU MENCIPTAKAN BUKTI-BUKTI PALSU YANG MENOLAK KEBENARAN.

� AP� AP
Nah, alternatif lain yang bisa dilakukan oleh seluruh muslim adalah menjadikan menara kedua terbesar di dunia tersebut sebagai simbol Islam selain Ka'bah. Tujuannya, lebih ke arah penyatuan semangat emosional umat muslim di seluruh dunia. "Barangkali itu bisa lebih pada penyatuan umat muslim dan sebagai simbol selain haji. Begitu kita lihat jam itu, kita bisa melihat Makkah bagaimana," jelasnya.

DAN KITA PATUT BERBANGGA KARENA DISAMPING DIDUKUNG BUKTI ILMIAH YANG LEBIH BANYAK LAGI, MAKA MENARA JAM YANG ADA DI DEKAT KA'BAH SEKARANG INI IALAH MENARA JAM TERBESAR DI DUNIA, BAHKAN BESARNYA LEBIH BESAR ENAM KALI DIBANDING JAM BIG BEN DI LONDON.


Menara jam ini berbentuk kubus empat sisi. Diameter jam mencapai 40 meter, mengalahkan jam terbesar sebelumnya yang menjadi atap Cevahir Mall di Turki dengan diameter 35 meter. Waktu yang digunakan oleh jam tersebut adalah Arabia Standard Time, tiga jam lebih dulu jika dibandingkan dengan GMT.

Sejak 125 tahun lalu, GMT telah disepakati sebagai wilayah yang dijadikan ukuran awal waktu dunia karena dilalui titik nol derajat. Penentuan titik ini penting untuk mempermudah ukuran waktu perjalanan dan komunikasi antar-negara.

Secara bukti-bukti ilmiah baik dari geografis maupun astronomis, Makkah dianggap lebih tepat sebagai episentrum dunia. Kota suci umat muslim tersebut diklaim sebagai wilayah tanpa kekuatan magnetik oleh peneliti Mesir seperti Abdel-Baset al-Sayyed. Artinya, jarum kompas tidak bergerak saat di Makkah.


Qs.3:20 Kewajiban kamu hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥
Qs.42:48 Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan ❤♡
Qs.16:82 Kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan

Sampaikanlah dariku meski cuma 1 ayat. HR.Muslim – Bukhari
Mari klik share / bagikan disini: www.on.fb.me/zI5zDS

Tahukah saudara jika dakwah menyampaikan kebenaran Islam PADA SEMUA ORANG bukan cuma tugas ustadz tapi KEWAJIBAN SETIAP MUSLIM?


APAKAH SAUDARA INGIN TAHU LEBIH JAUH MENGAPA HARUS SUJUD DAN KENAPA HARUS MENGHADAP KIBLAT???

Saudara dapat membacanya disini:
www.islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=11140

Atau dapat langsung mendownload versi EBOOKnya secara GRATIS disini:
www.hotfile.com/dl/121037775/8771c32/_KENAPA_SUJUD__HADAP_KIBLAT_-_WWW.ISLAMTERBUKTIBENAR.NET.pdf.html

Untuk file lainnya:
‎
ALHAMDULILLAH, 1 KLIK LANGSUNG DOWNLOAD TANPA IKLAN
KAMI TIDAK MENCARI UNTUNG / LABA,, SEMUA GRATIS,, FREE